Sabtu, 05 Oktober 2013

Job Analysis


Deskripsi Pekerjaan (Job Description) General Manager : 

1. Mengelola 

2. Orang yang menjalankan proses agar visi misi tercapai

3. Mempertahankan kelangsungan tujuan


4. Fokus pada sistem


5. Bergantung kepada pengawasan


6. Melihat jangka pendek


7. Melihat hasil


8. Meniru sesuatu


9. Menerima status quo

10.Pelaksana


11.Melakukan hal-hal dengan benar


12. Mengandalkan pada kekuasaaan


13. Penguasa


14. Bertanggung jawab pada atasan


15. Mengatur langkah menuju tujuan


16. Orang yang diberi kuasa mengatur segala sesuatu agar berjalan lancar.



Spesifikasi Pekerjaan (Job Spesification) General Managaer : 

1 . Untuk memastikan bahwa fasilitas mematuhi Longford Renang Konstruksi kebijakan Limited, praktikdan strategi

2 . Untuk memonitor dan mengevaluasi semua aspek dari pengoperasian fasilitas termasuk Teknologi Informasi ,
Administrasi , Manajemen Sumber Daya Manusia , Pengembangan Bisnis dan Manajemen Keuangan .
3 . Untuk mengembangkan , mengkaji dan melaksanakan Rencana Continuous Improvement untuk Sistem Manajemen Terpadu ,
Investor Dalam Orang dll
4 . Untuk merekrut , menyebarkan, melatih dan mengembangkan tenaga kerja sejalan dengan Longford Renang Konstruksi kebijakan Limited.
5 . Untuk mengembangkan program seimbang penggunaan yang menjamin pemanfaatan maksimal semua fasilitas dan memaksimalkan
potensi pendapatan generasi sekaligus menjamin bahwa kelompok yang kurang terwakili memiliki akses ke aktivitas fisik
peluang .
6 . Untuk memasarkan , mempromosikan dan mengevaluasi semua aspek layanan untuk memastikan nilai uang dan kelayakan keuangan
kelas menginstruksikan , kursus dan kegiatan liburan .
7 . Untuk menjaga fasilitas dalam keadaan baik perbaikan . Untuk bekerja sama dengan petugas yang sesuai Longford Renang
Konstruksi Terbatas dan perwakilan mereka untuk melaksanakan program perbaikan dan pemeliharaan yang
melindungi Longford Renang Konstruksi aset Terbatas dan memenuhi semua Kesehatan dan Keselamatan dan lainnya legislatif
persyaratan .
8 . Untuk menarik lokal, regional peristiwa , nasional dengan fasilitas sebagai appropriate.9 . Untuk menghadiri pertemuan yang diperlukan dan berhubungan dengan semua pengguna termasuk masyarakat , klub , olahraga badan pemerintah dan
Longford Konstruksi Renang Terbatas mempertahankan Forum Nasabah biasa di fasilitas itu.
10 . Untuk mempertahankan dan mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan kedua pelanggan internal dan eksternal termasuk
masyarakat , sekolah , Kelompok Masyarakat , Klub Olahraga dan Anggota Dewan .
11 . Untuk berhubungan sesuai dengan lokal, regional dan nasional badan Pemerintahan olahraga , Olahraga Kemitraan dan
organisasi lain untuk mempromosikan olahraga kunci yang fasilitas berkomitmen untuk memberikan .
12 . Untuk meninjau dan memantau semua kinerja melalui analisis data kinerja seperti angka penggunaan ,
laporan laba rugi , pelatihan dan semua statistik absensi dan informasi lain yang tersedia .
13 . Untuk bertindak sebagai Leisure Pengawas meliputi untuk tahunan dan sakit seperti yang diperlukan .
14 . Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dapat ditentukan oleh Dewan perusahaan.
15 . Akan tersedia untuk pre setuju fungsi khusus di luar jam kerja normal sebagai bagian dari kerja normal
tugas .


Softskill yang dibutuhkan untuk General Manager : 


1.kualitas pribadi, misalnya tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, manajemen (pengendalian) diri, dan integritas atau kejujuran. 

2.keterampilan interpersonal, misalnya berpartisipasi sebagai anggota kelompok, mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain, melayani pelanggan, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan bisa bekerja dalam keragaman.

Minggu, 26 Mei 2013

Auxiliary Verbs

Auxiliary verbs adalah kata kerja bantu yang secara

gramatikal berfungsi membentuk atau memberi tambahan 

arti pada kalimat. Umumnya auxiliary verbs digunakan 

bersama-sama dengan kata kerja utama (main verbs) dan 

membantunya membentuk struktur gramatikal sebuah 

kalimat.



Contoh penggunaan Auxiliary Verbs dan kalimatnya : 




Intransitive Verbs

Intransitive verbs adalah kata kerja atau verbs yang tidak 

memerlukan objek langsung (no direct object). Dalam suatu

kalimat, intransitive verbs bisa menjadi akhir kalimat

tersebut. Jika tidak, adverbia atau frase preposisi akan

menjadi akhir kalimat yang berfungsi menerangkan

intransitive verbs. 


Contoh penggunaan dari intransitive verbs serta kalimat :



Transitive Verbs

Transitive verbs adalah kata kerja atau verb yang 

membutuhkan objek (noun atau pronoun) dalam suatu

kalimat. Verbs ini menerangkan subjek yang 

melakukan sesuatu aktivitas terhadap objeknya

secara langsung (direct object).


Contoh penggunaan transitive verbs serta kalimatnya : 




Sabtu, 25 Mei 2013

Irregular Verbs

Irregular Verbs (Kata kerja tidak beraturan) 


kata kerja tidak teratur (irregular verbs) adalah kata kerja 

yang bentuk kedua dan ketiganya berubah atau sama sekali 

tidak berubah. Kata kerja ini tidak memerlukan 

penambahan –ed atau –d pada akhir kata.


Berikut ini merupakan contoh dari Irregular Verbs serta contoh kalimatnya : 



Kamis, 23 Mei 2013

Regular Verbs

Regular Verbs (Kata Kerja Beraturan) 


Kata kerja teratur (regular verbs) adalah kata kerja yang 

bentuk kedua (past) dan ketiganya (past participle) 

ditambah dengan akhiran –ed. Atau jika kata kerja itu 

berakhiran dengan huruf e maka tinggal ditambah akhiran –

d saja.

Berikut ini merupakan beberapa contoh dari Regular Verbs serta contoh kalimatnya:



Minggu, 12 Mei 2013

Pengalaman Terseram Dalam Hidupku


Cerita ini berlaku kalau tak salah sekitar aku berumur 13 tahun. Ketika itu aku masih menuntut ilmu di salah sebuah sekolah menegah pertama di Tangerang.  Ini cerita waktu aku menginap di rumah sahabatku yang lumayan jauh dari tempat tinggalku. Aku memang sengaja menginap karena ingin mengerjakan tugas sekolah bersamanya. Karena tugas kami sangat banyak, maka kami putuskan untuk membagi rata tugas, aku mengerjakan bagian pembukaan serta pendahuluan, sedangkan temanku mengerjakan bagian isi serta penutup.
Kebetulan sekali di rumah sahabatku memang tidak ada siapa-siapa, hanya sahabatku yang bernama Mira dan aku. Karena orang tua Mira sedang pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan yang sangat mendadak, maka dari itu Mira menyuruhku menginap di rumahnya karena ia takut sekali jika tinggal hanya seorang diri. Kakak perempuan mira pun tidak bisa menemani karena ada urusan kuliah yang harus di urus di Bandung.
Waktu pun cepat berlalu, aku yang datang sejak jam 11 pagi pun baru menyadari bahwa waktu sekarang telah menunjukkan jam 10 malam, tak terasa sekali detik jam berdentang, mungkin karena kami mengerjakan tugas tanpa melihat sekitar kami. Sampai kami baru menyadari kalaau kita belum makan malam. Akhirnya Mira pun ingin membelikan makanan keluar, mungkin tukang nasi goreng di seberang jalan masih buka, ujarnya.
Aku pun berkata kepada Mira ‘Kamu tidak apa-apa pergi keluar sendirian? Apa aku harus menemani kamu?’ Mira pun berkata ‘Tidak usah Ismi, Aku bisa sendiri kok. Tidak usah khawatir’ ia pun berjalan keluar sambil mengembangkan senyum sebelum pergi. Siapa yang tidak khawatir kalau Mira pergi sendiri, aku kan sudah kenal Mira sejak duduk di bangku SD, ia sangat takut kegelapan, sedangkan sekarang kan sudah larut malam.
Aku bergegas lari mengejar Mira untuk menyusul, tak lupa aku kunci dahulu pintu dan pagar rumah Mira. Aku berlari sangat kencang, sepertinya saat itu aku baru pertama kali berlari sekencang itu, aku takut terjadi apa-apa terhadap Mira. Aku kan harus menjaga sahabatku dari bahaya apapun. Tetapi saat aku tiba di tukang nasi goreng tempat Mira membeli, penjualnya bilang bahwa mira sudah pulang.
Aku pun mulai mempercepat langkahku, firasatku mulai tidak enak, dadaku sesak mataku mulai kabur penglihatannya, mungkin ini efek karena aku belum makan malam. Aku lihata cahaya lampu jalan menyorot sesosok makhluk yang agak jauh berdiri agak sedikit goyah pergerakannya. Setelah ku lihat dalam-dalam, ternyata itu Mira.
Di sisi jalan satu lagi, ada mobil truk melaju sangat kencang ke hadapan sahabat baikku Mira. Mataku terbelalak melihatnya, Mira hampir pingsan, ia akan jatuh di jalanan. Tetapi badanku juga sudah tidak kuat berjalan lagi, aku sudah sangat pusing. Akhirnya aku tetap berjalan pelan menuju Mira, aku ingin sekali menangkap Mira agar tidak terjadi apa-apa terhadap Mira.
Aku berteriak sangat keras memanggil namanya, karena ku pikir aku tidak akan bisa sampai ke tempat Mira berpijak. ‘Miraaaaaaaa, awas ada mobil truk akan menabrakmu, menyingkirlah’ teriakku sangat keras, Mira menoleh ke arahku dengan wajah yang amat pucat, tetapi ia masih sempat menebar senyum kepadaku. Mira tak sempat menyingkir dari maut itu, terlambat, nyawanya telah di ambil oleh sang khalik.
Dan aku ada di hadapannya saat ia di cabut nyawanya, aku tak berdaya, aku tak dapat menolongnya, kejadian yang tidak dapat kulupakan, aku melihat darah di jalanan yang telah berceceran. Mira sahabatku telah tiada, aku segera melihat jasadnya. Aku memeluknya, dia sudah tak bernyawa, penuh darah dan luka. Aku tak sanggup menahan perih di dadaku, air mataku pun mengalir, badanku yang tadi sakit sekarang menjadi semakin sakit, tapi ku yakin, Mira akan baik-baik di sana.
Itulah cerita terseram yang ku miliki, aku tak memiliki cerita seram seperti cerita hantu, tapi menurutku cerita terseram di hidupku adalah saat di tinggal oleh seorang yang sangat kita sayangi, seorang yang berharga di hidup kita dan seorang yang selalu mendampingi kita di saat apapun.